Rabu, 25 September 2013

Aku dan Kamu [Kamu]

Ya itu kamu..
Kamu laki-laki yang menurutku dikaruniai wajah yang manis dengan lesung pipi. Kamu yang yang selalu ada dalam mimpi dan anganku. Kamu yang selalu terselip di setiap baik doaku. itu adalah kamu.
Kamu yang begitu gemar bermain futsal.
Kamu yang begitu pintar bermain gitar.
Kamu yang tidak romantis.
Kamu yang yang bersifat sederhana dan apa adanya.
Kamu yang begitu jujur.
Kamu yang aku cintai.
Bagiku kamu adalah neuron-neuron dalam tubuhku, kamu adalah sumber indera perasaku. 
Aku menangis ketika aku memikirkanmu.
aku tersenyum ketika aku memikirkanmu.
aku tertawa memikirkanmu.
Hanya kamu yang membuat duniaku terasa indah dan hangat.
Karena, sebelum aku bertemu denganmu semuanya terlihat abu-abu dan semu hingga membuat diriku sendiri jemu.
Tapi sejak kau hadir, hidupku terciprat oleh warna pelangi. Ya kau pelangi hidupku. :)
Kamu yang selalu menemaniku.
kamu yang selalu ada di sampingku.
kamu yang selalu mendengarkanku.
kamu yang selalu menopangku.
Kamu yang selalu menjadi bahuku ketika air mataku jatuh.
Kamu yang bisa menjadi sahabat, kakak, sekaligus pendamping bagiku.
Kamu yang mencintaiku.
kamu yang aku cintai.
hanya kamu.
kamu.
kamu.


-**-

Aku dan Kamu [Aku]

Aku... aku hanyalah seorang gadis biasa yang berparas biasa pula, lahir di kalangan keluarga biasa yang hidupnya tercukupi. Kini aku duduk di bangku kelas tiga SMA. Kalian bisa bayangkan 'kan? sedang berada ditingkat berapa kelabilanku? :)
Aku adalah gadis yang diselimuti sejuta mimpi, angan, dan cita-cita.
Aku ingin menjadi penyanyi.
Namun, zaman sekarang ini penyanyi sudah banyak sekali.
Aku ingin menjadi Astronot.
Apakah mungkin aku akan mewujudkannya? Aku rasa, tidak yakin.
Aku ingin menjadi Dokter.
Biayanya pasti mahal sekali.
Aku ingin menjadi penulis.
Setiap aku membuat sebuah cerita, tampaknya tak ada seorangpun yang tertarik.
Aku ingin menjadi peramal.
Tidak! itu adalah hal yang musyrik. Tidak akan mungkin!
Aku ingin menjadi Model dan Pramugari.
Ah yang benar saja! dengan tubuh seperti ini, mana mungkin?
Aku ingin menjadi guru.
Apakah aku akan sabar menghadapi murid-muridku nanti?
Aku ingin menjadi Suster.
Bagaimana caranya menghilangkan sifat keras kepalaku ini? Suster itu harus sabar bukan?
Itulah aku, dengan sejuta impian yang rumit. dengan sejuta angan yang penuh dengan halang rintang. Namun, kini aku sedang mengejar, bergelut, menyusuri jalan berliku untuk menggapai impian ku yang terakhir, Ya menjadi seorang Suster/Perawat, lebih tepatnya itu adalah impian kedua orang tuaku dan sebagai anak, aku akan senantiasa mewujudkannya.
Dan inilah impianku yang terakhir, impian yang menurutku sangat mulia, aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku dan menjadi isteri yang baik bagi suamiku kelak. Sederhana bukan? :) iya aku ingin menjadi seperti ibuku, ibu yang kuat dan teguh, yang selalu sabar menghadapi situasi apapun. :)
Menurutmu apa impianku ini akan tercapai?
Ah, semoga saja begitu.
Ah iya, ada satu lagi... Impianku juga adalah Kamu.. Aku ingin kamu yang menjadi pendampingku kelak, aku ingin kamu yang menjagaku dan melindungiku, aku ingin kamu menjadi imamku, Aku ingin kamu menjadi orang yang terakhir aku lihat sebelum aku menghembuskan nafas terakhir.. Ya, aku inginkan KAMU.. ya Kamu, dan Hanya Kamu. :)

-**-