Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Desember 2013

A Heart To Pursue #1

"Kau sudah bangun, Sayang?" Ujar seorang pria yang tengah duduk di samping tempat tidur bersepraikan putih,  wajahnya terlihat lesu dengan mata sipit yang sembab, penampilannya sangat buruk untuk hari ini.
Gadis yang baru terbangun dari komanya hanya menatap bingung dengan lingkungan sekitarnya, dan matanya terpaku menatap pria di sampingnya. "Kau siapa?" Tanyanya dengan wajah waspada. Pria di sampingnya hanya tersenyum dengan penuh rasa cinta, ia sangat paham jika wanita di sampingnya ini tidak mengenalinya.

Rabu, 25 Desember 2013

Kau dan Aku adalah Takdir

Benang merah telah membentang diantara kedua ciptaan tuhan yang indah. Antara Adam dan Hawa. Tak ada satupun yang dapat memotong benang merah itu. Tak ada satupun yang bisa. Kecuali tuhan.
Setiap orang mempunyai jalan hidup yang akan mereka lalui sendiri. Entah jalan itu berliku, lurus, ataupun buntu. Tak ada seorangpun yang tahu. Layaknya kau dan aku.
Kau dan aku bertemu pada persimpangan jalan yang akan kita lewati. Aku melihatmu yanh terselimuti kejujuran tanpa secarik kebohongan sedikitpun. Kau begitu indah. Kau begotu memesona hingga hati ini selalu menginginkan berada di jalan yang sama denganmu.
Namun, apa yang ku inginkan tidaklah berubah menjadi nyata. Kita hanya bertemu sesaat di persimpangan itu dan kemudian aku dan kamu mrlanjutkan perjalanan masing-masing.
Persimpangan baru.

All I Need Is You

Gadis itu tengah memandangi langit-langit kamarnya. Sesekali ia memeriksa ponsel yang sedang ia genggam. Sunyi. Tak ada pesan masuk. Tak ada panggilan masuk. Dengab gusar ia beranjak menuju balkon kamarnya.
Ia berdecak kesal. Suasana yang dingin semakin memperkuat suasana hatinya yang sedang risau.
Sesibuk itukah? Hingga kau tak sempat memberiku kabar? Batinnya.
Ia melirik kembali ponselnya. 00:00 Am. Lenguhan nafas terdengar dari bibir.mungilnya. Matanya berlinang menahan tangis. Sesekali ia melihat kelangit guna menghindari air mata yang nyaris menetes.
"Happy Birthday.... Cordelia." Ucapnya, terlebih pada diri sendiri.

Rabu, 25 September 2013

Aku dan Kamu [Kamu]

Ya itu kamu..
Kamu laki-laki yang menurutku dikaruniai wajah yang manis dengan lesung pipi. Kamu yang yang selalu ada dalam mimpi dan anganku. Kamu yang selalu terselip di setiap baik doaku. itu adalah kamu.
Kamu yang begitu gemar bermain futsal.
Kamu yang begitu pintar bermain gitar.
Kamu yang tidak romantis.
Kamu yang yang bersifat sederhana dan apa adanya.
Kamu yang begitu jujur.
Kamu yang aku cintai.
Bagiku kamu adalah neuron-neuron dalam tubuhku, kamu adalah sumber indera perasaku. 
Aku menangis ketika aku memikirkanmu.
aku tersenyum ketika aku memikirkanmu.
aku tertawa memikirkanmu.
Hanya kamu yang membuat duniaku terasa indah dan hangat.
Karena, sebelum aku bertemu denganmu semuanya terlihat abu-abu dan semu hingga membuat diriku sendiri jemu.
Tapi sejak kau hadir, hidupku terciprat oleh warna pelangi. Ya kau pelangi hidupku. :)
Kamu yang selalu menemaniku.
kamu yang selalu ada di sampingku.
kamu yang selalu mendengarkanku.
kamu yang selalu menopangku.
Kamu yang selalu menjadi bahuku ketika air mataku jatuh.
Kamu yang bisa menjadi sahabat, kakak, sekaligus pendamping bagiku.
Kamu yang mencintaiku.
kamu yang aku cintai.
hanya kamu.
kamu.
kamu.


-**-

Aku dan Kamu [Aku]

Aku... aku hanyalah seorang gadis biasa yang berparas biasa pula, lahir di kalangan keluarga biasa yang hidupnya tercukupi. Kini aku duduk di bangku kelas tiga SMA. Kalian bisa bayangkan 'kan? sedang berada ditingkat berapa kelabilanku? :)
Aku adalah gadis yang diselimuti sejuta mimpi, angan, dan cita-cita.
Aku ingin menjadi penyanyi.
Namun, zaman sekarang ini penyanyi sudah banyak sekali.
Aku ingin menjadi Astronot.
Apakah mungkin aku akan mewujudkannya? Aku rasa, tidak yakin.
Aku ingin menjadi Dokter.
Biayanya pasti mahal sekali.
Aku ingin menjadi penulis.
Setiap aku membuat sebuah cerita, tampaknya tak ada seorangpun yang tertarik.
Aku ingin menjadi peramal.
Tidak! itu adalah hal yang musyrik. Tidak akan mungkin!
Aku ingin menjadi Model dan Pramugari.
Ah yang benar saja! dengan tubuh seperti ini, mana mungkin?
Aku ingin menjadi guru.
Apakah aku akan sabar menghadapi murid-muridku nanti?
Aku ingin menjadi Suster.
Bagaimana caranya menghilangkan sifat keras kepalaku ini? Suster itu harus sabar bukan?
Itulah aku, dengan sejuta impian yang rumit. dengan sejuta angan yang penuh dengan halang rintang. Namun, kini aku sedang mengejar, bergelut, menyusuri jalan berliku untuk menggapai impian ku yang terakhir, Ya menjadi seorang Suster/Perawat, lebih tepatnya itu adalah impian kedua orang tuaku dan sebagai anak, aku akan senantiasa mewujudkannya.
Dan inilah impianku yang terakhir, impian yang menurutku sangat mulia, aku ingin menjadi ibu yang baik untuk anak-anakku dan menjadi isteri yang baik bagi suamiku kelak. Sederhana bukan? :) iya aku ingin menjadi seperti ibuku, ibu yang kuat dan teguh, yang selalu sabar menghadapi situasi apapun. :)
Menurutmu apa impianku ini akan tercapai?
Ah, semoga saja begitu.
Ah iya, ada satu lagi... Impianku juga adalah Kamu.. Aku ingin kamu yang menjadi pendampingku kelak, aku ingin kamu yang menjagaku dan melindungiku, aku ingin kamu menjadi imamku, Aku ingin kamu menjadi orang yang terakhir aku lihat sebelum aku menghembuskan nafas terakhir.. Ya, aku inginkan KAMU.. ya Kamu, dan Hanya Kamu. :)

-**-