Tampilkan postingan dengan label Super Junior. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Super Junior. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juli 2014

About Time •1

Semua ini tentang waktu. Waktu yang tak pernah kita tahu. Bagaimanakah aku? Bagaimanakah Kita? Akankah semua terus terjalin? Di sertai jarak yang terhampar dan waktu yang semakin menuntut, apakah itu bisa? Apakah kita mampu?
Spekulasi mengenai 'jarak bukanlah masalah' ketika menjalin sebuah hubungan tidak salah. Itu benar adanya, hanya saja sulit. Sulit untuk dijalani, sulit untuk tidak merindu. Sulit untuk menahan tangis.
Akankah semua masih seerat saat kita bersama? Akankah semua masih semesra saat kita berdua? Akankah semua sama seperti saat kau berada dekat di sisiku? Di saat dengan mudahnya aku memelukmu?
Hen, mengapa semuanya sulit?
Ia meremas gemas rambutnya, pikirannya kelut. Tak kuasa menahan semua yang ada di hatinya. Ia sudah lelah menangis, sehingga tak ada air mata yang bergulir sedikitpun saat ini. Tak sama seperti dahulu. Mungkinkah ia lelah? Apa dia sudah muak?
Ia memejamkan matanya. Meraih beberapa pil yang terdapat dalam tabung silinder bertutup merah dan menjejalkannya ke mulut.
Ia merebahkan dirinya dengan pelan. Menutupi dirinya dengan selimut tebal dan memejamkan mata. Mencoba untuk terlelap meskipun terdengar suara ketukan pintu yang begitu nyaring, ia tetap tak mau beranjak dan berlagak tuli. Dan ketika suara pintu terbuka ia masih tetap berlagak tuli dan tak peduli, entah siapa yang membukanya ia benar-benar tidak peduli sekalipun itu adalah perampok. Ia benar-benar terlalu malas.

Rabu, 25 Desember 2013

All I Need Is You

Gadis itu tengah memandangi langit-langit kamarnya. Sesekali ia memeriksa ponsel yang sedang ia genggam. Sunyi. Tak ada pesan masuk. Tak ada panggilan masuk. Dengab gusar ia beranjak menuju balkon kamarnya.
Ia berdecak kesal. Suasana yang dingin semakin memperkuat suasana hatinya yang sedang risau.
Sesibuk itukah? Hingga kau tak sempat memberiku kabar? Batinnya.
Ia melirik kembali ponselnya. 00:00 Am. Lenguhan nafas terdengar dari bibir.mungilnya. Matanya berlinang menahan tangis. Sesekali ia melihat kelangit guna menghindari air mata yang nyaris menetes.
"Happy Birthday.... Cordelia." Ucapnya, terlebih pada diri sendiri.