Rabu, 25 Desember 2013

All I Need Is You

Gadis itu tengah memandangi langit-langit kamarnya. Sesekali ia memeriksa ponsel yang sedang ia genggam. Sunyi. Tak ada pesan masuk. Tak ada panggilan masuk. Dengab gusar ia beranjak menuju balkon kamarnya.
Ia berdecak kesal. Suasana yang dingin semakin memperkuat suasana hatinya yang sedang risau.
Sesibuk itukah? Hingga kau tak sempat memberiku kabar? Batinnya.
Ia melirik kembali ponselnya. 00:00 Am. Lenguhan nafas terdengar dari bibir.mungilnya. Matanya berlinang menahan tangis. Sesekali ia melihat kelangit guna menghindari air mata yang nyaris menetes.
"Happy Birthday.... Cordelia." Ucapnya, terlebih pada diri sendiri.

***
Terik mentari masuk melalui celah jendela disertai hawa dinginnya bulan Desember. Alarm yang berdering nyaring mampu mengusik tidurnya sang puteri salju di pagi hari itu. Cordelia menggeliat dengan malas, ia meraih ponsel yang terletal tak jauh darinya. 07:30 AM.
Cordelia mengerjap, "Ya tuhan!!" Pekiknya. Dan yang baru ia sadari adalah, Cordelia terlambat untuk pemotretan.
***
"Ya tuhan! Lihatlah dirimu!" Desah Soojin berlebihan, "Apakah kau tidak tidur semalaman?" Gerutunya sambil memoleskan Eye Primer di sekitar kantung matanya yang terlihat hitam. "Begitulah..." Jawab Cordelia singkat. "Apa kau sedang ada masalah?" pertanyaan Soojin membuat Cordelia bungkam. Entahlah hal ini bisa ia sebut masalah atau tidak.
"Dengar, aku tidak tahu apa yang sedang kau alami, Cara--Nama kecil Cordelia, tapi yang ku tahu setiap masalah itu selalu ada jalan keluarnya, bukan?" Cordelia mengangguk sambil mengulas senyum pada gadis yang 4 tahun lebih tua darinya, "Jadi apapun yang kau alami pasti akan terselesailan dengan cepat. Pangeran canadamu itu pasti akan menghubungimu,"
"Semoga saja, Jin" Jawab Cordelia. "Dan sekarang, mari kita profesional. Ayo pasang wajah cantik itu! Jangan kecewakan penggemarmu."
Cordelia merasa terhibur, ia berjalab menuju ruangan dimana pemotretan akan berlangsung.
Kehadirannya langsung di sambut oara CEO yang sudah gusar menunggunya selama 30 menit. Termasuk managernya HyungJoon. Pria tampan itu melipat tangannya di dada, "Kau tidak tidur semalaman?" desaknya. Cordelia hanya menyeringai merasa bersalah, ia dan Joon sudah begitu akrab layaknya kakak-beradik, "Araseo! Tapi ini yang terakhir. Ayo cepat ambil posisi yang lain sudah menunggu."
Cordelia sedang melalukan pemotretan untuk album terbarunya sebelum rilis tahun 2014 nanti. Ya! Ia adalah seorang penyanyi solo jebolan PH terkenal. Bukan SM bukan pula YG, tapi JYP. Debutnya di awal tahun 2013 membuat gadis kelahiran 92 membuatnya memenangkan penghargaan sebagai artis pendatang baru terbaik pada acara Melon Awars lalu dan masuk dalam beberapa kategori lainnya. Dan pada awal 2014 ini ia akan comeback dengan lagu yang berjudul All I Need Is You. Gadis mungil dengan suara sofran yang lembut itu sudah berhasil memikat member Boyband asia terkenal, Henry Lau. Asmara mereka sudah terjalin sebelum Cordelia terjun dalam dunia entertaiment. Sebenarbya Henry.berat hati membiarkan kekasihnya ini terjun dalam dunia tersebut namun, apa daya inilah yang dicita-citakan seorang Cordelia.
Rasa penat yang cordelia rasakan sudah menjalar menggerogoti tubuhnya. Tak terasa pemotretan hari ini akan seletih ini.
"Ottae? Kau lelah?" Ejek Joon.
"Yap! Sangat lelah, Oppa." ujar Cordelia dengan mata kosong. Joon merasa janggal dengan gadis ini, "Kau ini kenapa?" tanyanya.
Cordelia menghela nafas, "Rupanya kau juga sama saja." gerutunya, "Aku tahu, Oppa dan kru yang lain sedang berpura-pura bodoh bahwa kalian tidak mengingat ulang tahunku dan yang lebih menjengkelkan Henry belum menghubungiku selama 3 hari ini."
Joon hanya menghisap kopinua dengan tenang sambil mendengar celotehan gadis yang sudah ia anggap sebagai adiknya ini, betapa rindunya ia dengan.kekasihnya itu dan semoga saja itu bisa membuatnya lebih baik.
Setelah beberapa saat Cordelia terdiam. "Kau sudah selesai?" tanya Joon dengan wajah tak berdosa. Cordelia menoleh pada Joon dengan wajah yang gusar, "Ck! Selalu seperti ini!" gerutunya lagi. Joon hanya tertawa kecil.
"Ya sudah. Ayo kita rayakan ulang tahunmu. Riyoung, Donghae, kakakmu dan KyuHyun sudah menunggu, kami.sudah memesan tempat. Oh iya, Dambi juga ikut."
Cordelia mengangguk, kemudian ia langsung bergegas merapikan barang-barangnya sebelum menuju tempat yang akan ia dan Joon tuju nanti.
***
Kona Bean merupakan tempat yang sering ia datangi, Joon dan Cordeliapun langsung menuju ruangan privat yang sering ia pesan.
"KEJUTAN!!!!"
Keributan segera memecahkan keheningan ketika gadis itu masuk kedalam ruangan, memang tidak banyak.orang. Pesta yang telah di rencanakan ini hanya mengundang beberapa sahabat yang dekat dengan Cordelia.
Pasangan Riyoung dan Donghae oppa menghampirinya memberikan selamat begitu juga pengantin baru Catalina--kakak Cordelia dengan Kyuhyun dan Song Dambi--kekasih managernya memerikan ucapan sekaligus menjatkan doa.
Gadis itu duduk di hadapan tirramissue cake dengan lilin beraneka warna diatasnya.
"Ayo tiup lilinnya!" Seru Riyoung dengan riang, "Jangan lupa permohonannya." tambah Donghae mengingatkan.
Cordelia tersenyum, air mata sudah berlinanh di pelupuknya. Ia merasa sangat bahagia sahabat-sahabatnya mengadakan pesta kecil-kecilan seperti ini. Namun, ia merasa ada lubang yang menganha di dalam hatinya. Ada yang kurang. Ada yang hilang. Ia kehilangan.kehadiran seseorang yang sangat ia cintai.
"Semoga orang-orang yang berada di sekelilingku yang menyayangiku bahagia, Dan semoga tuhan menyampaikan.salam rindu dan cintaku pada Henry. Aku sangat merindukannya." gadis itu meniup lilinnya dengan air mata yang menetes dan perasaan yang pilu.
Sahabatnya Riyoung menggenggam tangan gadis itu kuat, "Kau tahu, Henry sedang berjuang dengan kuliahnya, Cara. Dia pasti akan kembali."
***
Gadis itu berjalan gontai menuju apartemennya. Ia membuka pintu apartemennya yang gelap tapi ada penerangan kecil di atas meja. Gadis itu mengernyit, bingung siapa yang menyalakan lilin.
Dengan cepat ia menyakalan lampu dan terlihat sebuah cake tirramissue yang tergeletak manis di atas meja makannya. Gadis itu menghampiro dan membaca tulisan dengan krim berwarna merah di atas cake itu.
HAPPY BIRTHDAY CARA SAYANG
I LOVE YOU MORE THAN YOU KNOW
Seketila air matanya turun dengan deras, "Bodoh!" makinya. "Aku tidak butuh kue ini! Yang aku butuhkan hanya kau, Henry!!" ucap gadis itu sambil tersedu-sedu.
***
"Bodoh!"
"Aku tidak butuh kue ini! Yang aku butuhkan hanya kau, Henry!"
Seketika hati Henry remuk melihat gadisnya menangis seperti ini. "Mengapa kau tidak menemuiku? Ani! Mengirim pesan padaku saja tidak!"
Perasaan bersalah menggunuk di bahu pria itu, ia benar-benar merasa bersalah.
Tubuh Cordelia berbalik mengarah ke pintu kamarnya yang terbuka lebar. Jalannya terhenti ketika ia melihat sesosok bayangan yang sedang berdiri memegang sebuqet mawar merah yang cantik.
Cordelia mematung di tempatnya.
Henry menghampiri gadisnya dengan perlahan sambil menyanyikan lagu Happy Birthday dengan lembut.
Ia memeluk Cordelia dengan erat, "Maafkan aku... Aku menyesal." Cordelia.hanya bungkam dan menenggelamkan wajahnya sambil merangis tersedu-sedu, gadis itu mempererat pelukannua mencoba menyalurkan hasrat rindu yang telah lama ia tahan beberapa hari ini.
Henry mengecup puncak kepalanya.sesekali mencoba menenangkannya.
Tak lama tangisannya mereda, Cordelia memberikan kecupan kilat di bibir pria yang ia cintai.
"Aku tidak menginginkan kue, kejutan ataupun hadiah. Yang aku inginkan adalah kau, Henry Lau." Ucapnya lembut.
"Untuk menebus kesalahanku...." Henry mengeluarkan kotak beludru berwarna perak dan membuka tutupnya.
Cordelia mengerjap tidak percaya, "Cordelia Amora, will you marry me?" tanya pria berdarah cina-canada itu dengan lembut.
"Yes... A thousand Yes" jawabnya tanpa keraguan. Pria itu langsung mencium pasangannya dengan bahagia. Siapapun kecuali tuhan yang tahu sebahagia apa yang mereka berdua rasakan. 
***
Suasana malam di hangatkan oleh simar rembulan dan perapian dalam kamar gadis itu.
Pasangan bahagia itu tengah berbaring menghadap jendela kaca besar yang memperlihatkan cahaya bulan yang keperakan.
Henry Lau memeluk kekasihnya erat. "Ti Amo Cara. I love u more than.words.can describe." ujarnya, Cordelia  tersenyum manis, "I do, Mi Caro. I do love you to the moon and back." balsnya sambil mengecup bibir Henry dengan lembut.
Gadis itu memandangi wajah tampan kekasihnya, ia membelai rambut Henry lembut, tiba-tiba ia teringat sesuatu.
"Sayang, bagaimana kuliahmu?" Henry menyeringai senang, "Graduation party di selenggarakan minggu depan, maukah kau menemaniku Mrs. Lau?"
Cordelia tersenyum, "Tentu saja Mr. Lau aku aakan menemanimu."
"Jika aku sudah lulus kuliah, aku tidak akan meninggalkanmu lagi, Cara. Aku akan sibuk di korea saja jadi kau tidak akan tersiksa karena merindukanku lagi..." Jelas Henry.
"Benarkah?! Ah senangnya!" Cordelia mendesah senang.
"Ngomong-ngomong, apa harapanmu pada ulang tahunmu ini?"
"Aku berharap.... Semoga kau terus berada di sampingku, Caro. Karena aku tidak butuh apa-apa dan siapa-siapa lahi kecuali dirimu." Jawabnya dengan mata yang berbinar. Henry tersenyum, "Well then, permintaanmu telah terkabul." Balas Henry.
Dan sisa malam itu di habiskan dengan kecupan-kecupan manis yang memggema di sudut kamar.
*end*
Well well... Udah lama gak ngepost dan bikin FF/Cerpen. So maaf maaf y kalo yang satu ini agak bahkan memang gak jelas. Bikinnya juga dadakan dari jam 2 smpe jam 5:06 Am via hape pula... .______. Semoga kalian yang gak sengaja mampir dan sengaja mampir di blogku suka ya :)
Ps : typo is everywhere

Tidak ada komentar:

Posting Komentar