Benang merah telah membentang diantara kedua ciptaan tuhan yang indah. Antara Adam dan Hawa. Tak ada satupun yang dapat memotong benang merah itu. Tak ada satupun yang bisa. Kecuali tuhan.
Setiap orang mempunyai jalan hidup yang akan mereka lalui sendiri. Entah jalan itu berliku, lurus, ataupun buntu. Tak ada seorangpun yang tahu. Layaknya kau dan aku.
Kau dan aku bertemu pada persimpangan jalan yang akan kita lewati. Aku melihatmu yanh terselimuti kejujuran tanpa secarik kebohongan sedikitpun. Kau begitu indah. Kau begotu memesona hingga hati ini selalu menginginkan berada di jalan yang sama denganmu.
Namun, apa yang ku inginkan tidaklah berubah menjadi nyata. Kita hanya bertemu sesaat di persimpangan itu dan kemudian aku dan kamu mrlanjutkan perjalanan masing-masing.
Persimpangan baru.
Aku sedang mencoba menyusuri persimpangan itu. Tapi tenyata yang kutemukan adalah dirimu.... Lagi.
Aku kembali jatuh hati padamu.
Kami memutuskan untuk melewati persimpangan itu bersama-sama. Hari-hari yang kami lalui terasa begitu cepat hingga tak terasa kami sudah sampai pada persimpangan jalan berikutnya.
Aku kira hanya sampai disini kami bersama, tapi ternyata Tuhan memberi kami jalan yang lurus dan sama. Kamipun melanjutkan perjalanan kami dengan rasa yang baru. Rasa yang begitu murni dan jujur. Yaitu dengan Cinta.
Aku tak tahu jalan kami akan berakhir dimana dan kapan. Tapi yang aku tahu setiap ada persimpangan yang kami lalui, jalan kami tidak pernah berlawanan arah. Satu jalur. Lurus tapi tidak membosankan.
Hingga akhirnya kami berada di penggujung jalan kami.
Penyatuan dua hati.
Penyatuan jalan kami.
Ikrar suci telah diucapkannya dengan lantang dan tegas. Tanpa keraguan. Jalan kami memang sama tapi tidak pernah satu. Kami hanya berjalan.bergandengan di jalan yang terpisah namun sama arah. Tapi kali ini, Tuhan sudah menyatukan jalan yang harus kami lalui bersama. Jalan menuju sebuah tempat yang kelak akan kami bangun rumah cinta disana.
Kau dan aku... Bersama.
Menurutmu apa yang ada di balik langit malam? Itulah rahasia Tuhan. Karena ketika matahari telah tergelincir, menyibak selimut kelamnya malam tak akan ada seorangpun yang tahu hari esok akan menjadi apa dan bagaimana. Itulah yang di sebut takdir. Layaknya kau dan aku.
Kau dan aku adalah Takdir indah yang tuhan simpan dengan rapi dan indah.
*end*
Hi!! Im back ^°^ akhir-akhir ini mood nulis lagi bagus hihiiiii.... Alhamdulilah udh bisa ngepost beberapa coretan ya walaupun agak bahkan emang gajelas... But saya senang sudah bisa berbagi dengan kalian (Kalian : Bagi yang sengaja ataupun tidak sengaja mampir) hehehe... Enjoy ya baa tulisan-tulisan aku jangan pernah bosan untuk main lagi :)Untuk yang sengaja mampir, semoga malah jadi betah untuk main kesini :)
Follow :
Twitter : @DsyGani_
Ig : dsygani
Line : dsygani_
Feel free untuk berteman :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar