Tampilkan postingan dengan label Song Kyuchi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Song Kyuchi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Juli 2014

About Time •1

Semua ini tentang waktu. Waktu yang tak pernah kita tahu. Bagaimanakah aku? Bagaimanakah Kita? Akankah semua terus terjalin? Di sertai jarak yang terhampar dan waktu yang semakin menuntut, apakah itu bisa? Apakah kita mampu?
Spekulasi mengenai 'jarak bukanlah masalah' ketika menjalin sebuah hubungan tidak salah. Itu benar adanya, hanya saja sulit. Sulit untuk dijalani, sulit untuk tidak merindu. Sulit untuk menahan tangis.
Akankah semua masih seerat saat kita bersama? Akankah semua masih semesra saat kita berdua? Akankah semua sama seperti saat kau berada dekat di sisiku? Di saat dengan mudahnya aku memelukmu?
Hen, mengapa semuanya sulit?
Ia meremas gemas rambutnya, pikirannya kelut. Tak kuasa menahan semua yang ada di hatinya. Ia sudah lelah menangis, sehingga tak ada air mata yang bergulir sedikitpun saat ini. Tak sama seperti dahulu. Mungkinkah ia lelah? Apa dia sudah muak?
Ia memejamkan matanya. Meraih beberapa pil yang terdapat dalam tabung silinder bertutup merah dan menjejalkannya ke mulut.
Ia merebahkan dirinya dengan pelan. Menutupi dirinya dengan selimut tebal dan memejamkan mata. Mencoba untuk terlelap meskipun terdengar suara ketukan pintu yang begitu nyaring, ia tetap tak mau beranjak dan berlagak tuli. Dan ketika suara pintu terbuka ia masih tetap berlagak tuli dan tak peduli, entah siapa yang membukanya ia benar-benar tidak peduli sekalipun itu adalah perampok. Ia benar-benar terlalu malas.

Minggu, 11 Mei 2014

What Is Love? It's Love [Prolog]


            Aku… Aku tidak tahu ini apa. Tapi rasanya begitu menyenangkan. Semua kepingan-kepingan memori yang telah kita susun dalam sebuah album kehidupan yang akan selalu dikenang dalam hati, ketika kita membuka setiap lembarnya di masa depan kelak.
Suatu hari nanti, aku tak tahu apakah kau akan mengingatku atau tidak. Mengingat semua kenangan yang telah kita ukir. Dimana senyuman yang kini kau lihat adalah yang biasa mengisi hari-harimu, suara yang kini kau dengar yang selalu memangil namamu, sentuhan-sentuhan yang selalu membuat hati ini bergetar, dan ketika kau merasakan hangatnya mentari di musim panas, kau teringat akan aku.

Kamis, 26 Desember 2013

A Heart To Pursue #1

"Kau sudah bangun, Sayang?" Ujar seorang pria yang tengah duduk di samping tempat tidur bersepraikan putih,  wajahnya terlihat lesu dengan mata sipit yang sembab, penampilannya sangat buruk untuk hari ini.
Gadis yang baru terbangun dari komanya hanya menatap bingung dengan lingkungan sekitarnya, dan matanya terpaku menatap pria di sampingnya. "Kau siapa?" Tanyanya dengan wajah waspada. Pria di sampingnya hanya tersenyum dengan penuh rasa cinta, ia sangat paham jika wanita di sampingnya ini tidak mengenalinya.